Sumatera Barat tidak pernah kehabisan pesona untuk urusan pariwisata berbasis alam dan budaya. Selain Jam Gadang di Bukittinggi atau indahnya Pantai Air Manis, kini tren wisata mulai bergeser ke arah yang lebih autentik, yaitu mengunjungi desa-desa terpencil yang masih memegang teguh kearifan lokal. Menemukan desa wisata di Sumbar yang masih “perawan” atau belum banyak dijamah oleh wisatawan massal memberikan pengalaman tersendiri, di mana Anda bisa merasakan kedamaian dan keramahtamahan masyarakat Minangkabau yang sesungguhnya. Sebelum tempat-tempat ini viral di media sosial dan menjadi sangat padat, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mengatur jadwal perjalanan dan menikmati keindahan yang masih sunyi dan murni.
Desa wisata pertama yang wajib masuk dalam daftar Anda adalah desa yang terletak di kaki lembah tersembunyi kawasan Tanah Datar. Desa ini menawarkan pemandangan sawah bertingkat yang mirip dengan suasana di Ubud, namun dengan latar belakang rumah gadang yang megah. Keunggulan dari desa wisata di Sumbar ini adalah udara pagi yang sangat segar dan aliran sungai kecil yang jernih di sepanjang pemukiman warga. Di sini, Anda bisa belajar cara menenun kain tradisional secara manual dari para ibu rumah tangga setempat. Suasana yang belum komersial membuat interaksi dengan penduduk terasa sangat hangat dan tulus, tanpa adanya tekanan untuk membeli suvenir secara berlebihan.
Destinasi kedua adalah desa pesisir di pesisir selatan yang menawarkan kombinasi antara perbukitan hijau dan laut biru yang tenang. Berbeda dengan kawasan pantai populer lainnya, desa wisata di Sumbar ini masih menjadi rahasia di kalangan para peselancar lokal. Akses menuju lokasi memang membutuhkan sedikit usaha ekstra melewati jalan yang berkelok-kelok, namun pemandangan matahari terbenam dari atas bukit desa ini adalah salah satu yang terbaik di Sumatera. Belum adanya hotel besar membuat Anda harus menginap di homestay milik warga, yang justru memberikan kesempatan bagi Anda untuk mencicipi masakan rendang ikan rumahan yang bumbunya sangat otentik dan kaya rempah.
Ketiga, bergeser ke wilayah Solok, terdapat sebuah desa yang berada di ketinggian dengan panorama danau kembar yang memukau. Desa ini dikenal sebagai penghasil kopi dan sayuran organik. Mengunjungi desa wisata di Sumbar yang satu ini akan memberikan Anda pengalaman bertani secara langsung bersama warga lokal. Keindahan alamnya yang sering tertutup kabut tipis di pagi hari memberikan nuansa magis yang sangat menenangkan jiwa. Bagi pecinta fotografi, setiap sudut desa ini menawarkan komposisi visual yang sempurna, mulai dari deretan tanaman teh hingga aktivitas warga yang menjemur hasil panen di depan rumah kayu mereka yang artistik.
